Menurut American Heart Association, hipertensi adalah istilah lain untuk tekanan darah tinggi. Tekanan darah merujuk pada kekuatan aliran darah dari jantung yang mendorong dinding pembuluh darah atau arteri (AHA, 2024). Menurut data World Health Organization (WHO) diperkirakan 1,28 miliar di seluruh dunia menderita hipertensi, sebagian besar (dua pertiga) tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Data menunjukkan sebanyak 2.708 orang mengalami kekambuhan berulang, akibat ketidakpatuhan pengobatan dan diet yang dianjurkan (Zalni et al., 2022). Kekambuhan hipertensi ditandai dengan terjadinya kembali peningkatan tekanan darah hingga mencapai nilai ? 140/90 mmHg (Suprapti et al., 2021). Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengurangi peningkatan tekanan darah salah satunya diet rendah garam (Nurwidiyanti et al., 2022). Diet rendah garam adalah mengurangi konsumsi garam tertentu. Tujuan dari diet rendah garam yaitu untuk membantu menurunkan tekanan darah dan mempertahankan pada tingkat normal. Penyakit penyerta pada pasien hipertensi diantaranya diabetes melitus, penyakit jantung, gagal ginjal kronis dan stroke (Wati et al., 2021). Pada kasus kekambuhan pada penderita hipertensi dengan penyakit penyerta ini masih belum terdata dengan baik, namun sangat memengaruhi kehidupan penderitanya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet rendah garam dengan terjadinya kekambuhan pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta.