Tuberkulosis (TB) adalah infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis, yang sering menyerang paru-paru dan dapat menyebar ke organ tubuh lain melalui udara dan droplet (WHO, 2018). Di Indonesia, jumlah kasus TB terus meningkat, termasuk pada anak-anak, dengan 1,06 juta kasus pada 2022 (Departemen Kesehatan RI, 2023). Status gizi yang buruk meningkatkan risiko perkembangan penyakit dan menurunkan keberhasilan pengobatan TB, terutama pada anak-anak (Ernawati et al., 2018). Pengobatan TB terdiri dari dua tahap: intensif dan lanjutan, yang dapat mempengaruhi status gizi melalui efek samping obat seperti mual dan penurunan nafsu makan (Ramadhani dan Fitri, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fase pengobatan TB dan status gizi pada anakanak yang dirawat di RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dengan harapan dapat meningkatkan hasil pengobatan dan perbaikan status gizi pasien.