Sebagai seorang ibu sekaligus pegawai yang hidup di masyarakat dituntut untuk menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga diranah domestik dan sekaligus menjalani peran publik dipekerjaan/organisasi, maka perempuan yang menjalani peran ganda ini diharapkan mampu menyeimbangkan kedua peran tersebut dengan memuaskan. Penerapan dalam menyeimbangkan kedua peran tersebut akan mempengaruhi efektivitas dan tanggung jawab pegawai, khususnya bagi perempuan yang menjalankan profesi sebagai perawat yang harus merawat pasien, masuk kerja dengan sistem shift dan tetap bekerja di hari libur nasional. Tingginya tuntutan ini mengharuskan perawat wanita untuk mampu menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka, yang menyebabkan tantangan dalam mencapai work life balance. Maka coping stress yang merupakan cara individu dalam mengelola stres berperan penting dalam membantu perawat menghadapi tuntutan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara coping stress dengan work life balance pada perawat wanita dengan peran ganda di RSUD Dr. Moewardi. Hipotesis yang diajukan terdapat hubungan positif antara coping stress dengan work life balance pada perawat wanita dengan peran ganda di RSUD Dr. Moewardi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur skala coping stress adalah dengan memodifikasi aitem skala yang dikembangkan oleh Durak et al (2010). Sedangkan untuk mengukur work life balance menggunakan adaptasi dari instrumen penelitian Fisher et al (2009) yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Gunawan et al (2019). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 85 perawat wanita dengan peran ganda yang bekerja di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode analisis yang digunakan adalah korelasi product moment dengan bantuan SPSS versi 25.0 for windows release. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,320 dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 (