Diabetes Mellitus tipe 2 dan hipertensi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas. Penanganan kedua penyakit ini membutuhkan pengelolaan jangka panjang melalui edukasi kesehatan, kepatuhan terapi, dan pemantauan rutin. Perkembangan teknologi informasi turut berperan dalam mendukung pengelolaan penyakit kronis melalui penyediaan informasi kesehatan digital. Namun, efektivitas penggunaannya bergantung pada kemampuan pasien dalam memahami dan memanfaatkan informasi tersebut yang dikenal sebagai literasi kesehatan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran teknologi informasi dalam pengelolaan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 dan hipertensi serta menggambarkan tingkat literasi kesehatan digital pada pasien di Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang disusun untuk mengukur pemanfaatan teknologi informasi dalam aspek edukasi dan pengelolaan penyakit, serta literasi kesehatan digital responden. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitik untuk melihat hubungan antara variabel menggunakan uji statistik yang sesuai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai sejauh mana teknologi informasi dimanfaatkan dalam pengelolaan penyakit kronis oleh pasien di Surakarta serta faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar pengembangan strategi edukasi kesehatan berbasis digital yang efektif dan mudah diakses oleh masyarakat.