Lupus eritematosus sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun kronis yang ditandai dengan proses inflamasi multisistem dan adanya autoantibodi terhadap self antigen. Kondisi ini bermanifestasi pada kerusakan multi organ, paling sering pada kulit, persendian, ginjal, system hematologi, dan system saraf pusat.1 LES dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Insidensi pada anak berkisar 0,36 hingga 2,5 per 100.000 anak dengan prevalensi 1,89 hingga 34,1 per 100.000 anak dan paling ditemukan pada masa pubertas dengan rerata usia saat terdiagnosis yaitu 12,1 tahun. Morbiditas dan mortalitas lupus pada anak lebih berat akibat aktivitas penyakit yang tinggi, infeksi berulang, arterosklerosis, hipertensi, osteoporosis dan efek dari samping terapi.2,3,4 Secara umum, tujuan pengobatan pasien LES adalah meringankan gejala, mengontrol aktivitas penyakit, meminimalkan efek samping obat, mencegah kerusakan lebih lanjut, dan meningkatkan kualitas hidup.5 Aktivitas penyakit pada LES salah satunya dipengaruhi oleh kondisi kegemukan dan obesitas yang menginduksi peradangan dan secara independen berkontribusi pada status fungsional yang lebih rendah.3 Di sisi lain pasien lupus menghadapi risiko kegagalan pertumbuhan akibat peradangan kronis, malnutrisi, dan penggunaan terapi kortikosteroid, dengan prevalensi kegagalan pertumbuhan berkisar antara 15-30%. Pada 1 sebuah penelitian di Brazil disebutkan persentase kegemukan dan obesitas pada anak dengan LES sebesar 63,0%.6,7 Penelitian Huang et al., 2023 menyatakan bahwa pasien dengan aktivitas penyakit LES lebih berat menderita dislipidemia yang lebih parah. Tebal lipatan kulit merupakan salah satu metode pengukuran yang dapat memebrikan informasi tentang status gizi dan simpanan energi tubuh, terutama simpanan lemak.8,9,10 Tebal lipatan kulit (TLK) diyakini berhubungan lebih erat dengan kegemukan, dibandingkan IMT. Selain itu, IMT tidak membedakan antara massa lemak dan massa bebas lemak, dan terbatas sebagai indikator adipositas. 11,12 Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tebal lipatan kulit dan aktivitas penyakit pada anak dengan lupus eritematosus sistemik.