SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH KEJADIAN DRUG-RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI

Text

PENGARUH KEJADIAN DRUG-RELATED PROBLEMS (DRPs) PADA PASIEN ANAK DENGAN TUBERCULOSIS TERHADAP KEBERHASILAN TERAPI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI

Apt. MEIA YEVI SETIAWATI, S.Farm, NIM V 100230019 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03293S370 Mei PPERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA
No. Panggil
370 Mei P
Penerbit
Surakarta : ., 2025
Deskripsi Fisik
65 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Mei P
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2025
Subjek
Proposal Tesis (Karya Ilmiah)
Info Detail Spesifik
Ketidaktepatan dalam penggunaan obat dapat menyebabkan masalah terkait obat yang dikenal dengan istilah Drug-Related Problems (DRPs). Menurut Pharmaceutical Care Network Europe (PCNE), Drug-Related Problems (DRPs) adalah kondisi yang melibatkan penggunaan obat yang dapat memengaruhi hasil terapi yang diinginkan. Drug-Related Problems (DRPs) dapat timbul akibat kesalahan dalam pemilihan obat, dosis yang tidak sesuai, interaksi antarobat, atau ketidakpatuhan pasien terhadap regimen pengobatan. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan terapi, peningkatan efek samping atau resisten obat. Masalah terkait obat dapat terjadi pada semua kelompok usia, khususnya pada anak-anak yang lebih rentan. Sekitar 30-40% anak dilaporkan mengalami setidaknya satu masalah terkait pengobatan. Drug-Related Problems (DRPs) dapat menyebabkan pengobatan tidak efektif, meningkatkan angka kunjungan ulang, rawat inap berulang, serta meningkat kebutuhan akan tambahan terapi, yang pada akhirnya menambah biaya pengobatan (T. H. Nguyen et al., 2021). Salah satu penyakit infeksi kronis yang menyebabkan pengobatan jangka panjang dan komplek adalah tuberkulosis (TBC). Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masakah Kesehatan global, yang disebabkan oleh Basil Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini meyebar melalui udara, terutama saat penderita batuk atau bersin.(World Health Organization, 2024) . Pada tahun 2023, tuberkulosis (TBC) menjadi penyebab utama kematian di dunia akibat infeksi, setelah sebelumnya selama tiga tahun digantikan oleh penyakit Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Tuberkulosis (TBC) menempati peringkat ketiga sebagai penyebab kematian secara global. Diperkirakan terdapat sekitar 10 juta kasus tuberkulosis (TBC) baru setiap tahun, dengan proporsi yang signifikan terjadi pada anak-anak. Sekitar 55% kasus tuberkulosis (TBC) global dilaporkan terjadi pada anak-anak dan remaja, sekitar 33% terjadi pada pria dan 12% terjadi pada wanita (World Health Organization, 2024). Anak- anak, khususnya bayi dan balita, memiliki risiko tinggi terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Sekitar 1,4 juta kematian setiap tahuan disebabkan oleh tuberkulosis (TBC), mencerminkan tantangan besar dalam diagnosis dan pengobatan tuberkulosis (TBC), khususnya pada kelompok usia di bawah 15 tahun (Vonasek et al., 2022). Indonesia merupakan negara dengan beban tuberkulosis (TBC) tertinggi kedua di dunia. Berdasarkan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, tahun 2022, terdapat 110.881 kasus tuberkulosis (TBC) pada anak dengan usia di bawah 15 tahun, atau sekitar 15,3% dari total kasus tuberkulosis (TBC) nasional. Dari jumlah tersebut, 143 kasus merupakan tuberkulosis (TBC) resisten obat (TBC-RO). Angka leberhasilan pengobatan tuberkulosis (TBC) anak berbeda-beda di setiap provinsi. Provinsi Bali mencatat tingkat kesembuhan terendah 30.2%, sementara Provinsi Jawa Barat tertinggi 40,15% (Kemenkes, 2023). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi merupakan rumah sakit pemerintah provinsi Jawa Tengah yang terletak di Surakarta. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Surakarta, persentase kasus tuberkulosis (TBC) anak usia 0-14 tahun, dari 28,93% pada tahun 2022 menjadi 16,51% pada tahun 2023. Sebanyak 334 anak terdiagnosis tuberkulosis (TBC) dan menjalani pengobatan di Kota Surakarta (Dinas Kesehatan Kota Surakarta, 2023). Meskipun terjadi penurunan, tantangan dalam efektivitas terapi dan pengelolaan obat menjadi perhatian, terutama terkait kemungkinan terjadinya drug-related problems (DRPs). Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari Drug-Related Problems (DRPs) terhadap keberhasilan pengobatan pasien anak dengan tuberkulosis (TBC) yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Surakarta. Evaluasi ini meliputi identifikasi Drug-Related Problems (DRPs) yang terjadi serta dampaknya terhadap hasil pengobatan.
Pernyataan Tanggungjawab
Apt. MEIA YEVI SETIAWATI, S.Farm, NIM V 100230019
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik