Kanker ovarium merupakan masalah kesehatan serius di bidang ginekologi dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi di dunia maupun Indonesia, sebagian besar disebabkan oleh gejala awal yang tidak khas sehingga kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut. Data global menunjukkan peningkatan signifikan kasus dan kematian hingga tahun 2050, sementara di Indonesia kanker ini menempati urutan ketiga tersering pada wanita dengan angka kematian jauh lebih tinggi dibanding kanker payudara. Faktor risiko kanker ovarium antara lain usia, infertilitas, mutasi genetik BRCA1/BRCA2, serta penggunaan kontrasepsi. Menariknya, berbagai studi menyebutkan bahwa penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang dapat menurunkan risiko kanker ovarium hingga 50%. Namun, penelitian terkait hubungan kontrasepsi oral dengan kanker ovarium masih minim di Indonesia, khususnya di Surakarta. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi kaitan penggunaan pil kontrasepsi oral dengan angka kejadian kanker ovarium di RSUD Dr. Moewardi, sebagai upaya mendukung pencegahan dan penanganan kanker ovarium lebih optimal.