Kejang merupakan adanya aktivitas elektrik abnormal yang tidak terkendali di otak yang menyebabkan perubahan kesadaran, perilaku, ingatan, atau perasaan. Kejang bisa terjadi secara parsial atau general.1 Pada kejang parsial, hanya 1 (satu) area pada hemisfer serebral dengan onset fixed focal atau localized. Jika kejang parsial disertai gangguan kesadaran, maka kejang tersebut merupakan kejang parsial kompleks, sementara jika kejang parsial tidak disertai gangguan kesadaran, kejang tersebut merupakan kejang parsial simpleks.2 Sementara kejang general terjadi ketika aktivitas elektrikal abnormal terjadi di kedua sisi hemisfer otak di waktu yang bersamaan. Terjadinya suatu kejang tidak langsung memberikan diagnosis epilepsi.1 Kejang dapat diklasifikasikan sebagai epilepsi apabila kejang terjadi secara berulang tanpa provokasi. Pada anak-anak, epilepsi merupakan kelainan neurologis otak yang paling umum ditemukan. Epilepsi akan memberikan suatu efek secara fisik, psikologis, ekonomik, dan sosial pada anak dan walinya.3 Pada seorang anak yang didiagnosa dengan epilepsi, tentunya kualitas hidup dari anak tersebut akan mengalami perbedaan. Kualitas hidup seorang anak dengan epilepsi dinilai dari berbagai faktor, termasuk kecemasan orang tua, seberapa sering bangkitan kejang terjadi dan berbagai macam efek yang timbul dari obat anti kejang yang dikonsumsi. Secara umum, epilepsi akan memperlambat kemandirian seorang anak dan tentunya membuat hubungan sosialnya dengan orang serta perkembangan kognitifnya lebih sulit.4 Pada pengobatan anak dengan epilepsi, prioritas tidak hanya terletak pada berkurangnya terjadi bangkitan, namun juga pada kualitas hidup anak tersebut. Penelitian terhadap kualitas hidup pada anak dengan epilepsi akan memberikan tilikan yang lebih dalam dan potensi perkembangan pada pengobatan. Selain itu, juga akan memberikan contoh bagi anak dengan epilepsi lainnya dan pada keluarga mereka secara tidak langsung.4 Oleh karena itu, peneliti mengambil penelitian mengenai hubungan kecemasan orang tua dengan kualitas hidup pada anak dengan epilepsi untuk dapat mengerti lebih dalam dan memberikan kontribusi kepada pihak-pihak yang tersangkut.