Hemofilia adalah gangguan genetik akibat defisiensi faktor pembekuan darah (faktor VIII pada hemofilia A dan faktor IX pada hemofilia B) yang menyebabkan penderita rentan mengalami perdarahan spontan maupun pascatrauma. Secara global terdapat lebih dari 257 ribu penderita hemofilia, sedangkan di Indonesia tercatat 3.155 kasus pada tahun 2022. Hemartrosis merupakan gejala tersering pada hemofilia berat dan dapat berkembang menjadi artropati hemofilik yang menimbulkan nyeri kronis serta menurunkan kualitas hidup, terutama karena keterbatasan mobilitas dan tingginya angka kerusakan sendi. Kualitas hidup pasien hemofilia dipengaruhi oleh kondisi fisik, aktivitas harian, fungsi emosional, interaksi sosial, serta akses pengobatan, sementara kepuasan terhadap terapi berperan dalam keberhasilan jangka panjang. Terapi utama hemofilia adalah pemberian faktor pembekuan secara intravena. Karena masih terbatasnya data mengenai kualitas hidup dan kepuasan pengobatan pasien hemofilia di Surakarta, penelitian di RSUD Dr. Moewardi diperlukan untuk mengidentifikasi permasalahan pasien dan diharapkan nantinya dapat meningkatkan kualitas layanan.