SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN PASIEN DI INSTALASI CARE UNIT

Text

HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN PASIEN DI INSTALASI CARE UNIT

NABILA UMU HABIBAH, NIM J210220121 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03314S370 Nab HPERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
No. Panggil
370 Nab H
Penerbit
Surakarta : ., 2025
Deskripsi Fisik
48 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Nab H
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2025
Subjek
Proposal Skripsi
Info Detail Spesifik
Pasien yang menjalani perawatan di Instalasi Care Unit (ICU) sering kali menghadapi tekanan psikologis yang tinggi. Mereka dihadapkan pada kondisi lingkungan yang tidak biasa, penuh dengan alat medis canggih, keterbatasan dalam bergerak dan berkomunikasi, serta risiko yang tinggi terhadap keselamatan jiwa. Situasi ini dapat memicu gangguan psikologis, salah satunya adalah kecemasan (Pangestu et al., 2024). Kecemasan yang tidak tertangani dapat memengaruhi kondisi fisik seperti gangguan pencernaan, mual, nyeri perut, serta gangguan tidur seperti insomnia, yang pada akhirnya menurunkan kualitas hidup pasien (Pratiwi, Mirza, & Akmal, 2019). Data global menunjukkan bahwa gangguan kecemasan mengalami peningkatan signifikan. Menurut laporan WHO (2021) dalam jurnal Santomauro et al. (2021) mengatakan bahwa jumlah kasus gangguan kecemasan meningkat dari 53,2 juta menjadi 76,2 juta kasus. Dari jumlah tersebut, perempuan menyumbang 51,8 juta kasus dan laki-laki 24,4 juta kasus. Usia muda, terutama rentang 20–24 tahun, memiliki prevalensi tertinggi, yaitu 1.331 kasus per 100.000 penduduk. Di ICU sendiri, kecemasan menjadi masalah yang sangat umum. Sekitar 50% pasien ICU dilaporkan mengalami kecemasan setelah 48 jam perawatan (Fonseca et al., 2019), dan studi lain melaporkan angka kecemasan hingga 84,3% (Shdaifat, S. A., & Al Qadire, M, 2022). Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2023, sebanyak 41,5% pasien ICU mengalami kecemasan berat, 31,7% kecemasan sedang, 9,8% kecemasan ringan, dan 9,8% kecemasan sangat berat. Hanya 7,3% pasien yang tidak mengalami gejala kecemasan. Hasil penelitian lain oleh Farishya et al. (2024) menunjukkan bahwa 53,3% pasien ICU mengalami kecemasan sedang, 33,3% berat, dan 13,3% sangat berat. Data ini menunjukkan bahwa kecemasan pada pasien ICU merupakan masalah yang signifikan dan membutuhkan perhatian khusus. Berbagai faktor diketahui dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada pasien yang menjalani perawatan di ICU seperti penggunaan ventilator, efek sedasi, kebisingan lingkungan, keterbatasan komunikasi, kurangnya dukungan keluarga, serta gangguan pola tidur. Selain berdampak pada kenyamanan fisik, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan pasien dalam menghadapi situasi kritis. Dalam keadaan yang menuntut ketahanan psikologis tinggi seperti di ICU, kemampuan individu dalam menilai situasi, menyesuaikan diri, dan menentukan respons terhadap tekanan menjadi hal yang patut untuk diperhatikan secara lebih mendalam (Astuti et al., 2023). Dalam hal ini, berkaitan dengan cara mereka memahami, mengelola, dan merespons kondisi yang menekan, salah satunya adalah efikasi diri, yang berpotensi memberi gambaran mengenai kesiapan psikologis individu saat menghadapi perawatan intensif (Trisnawati et al., 2024). Efikasi diri merujuk pada keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya untuk mencapai tujuan dan mengatasi tantangan dalam hidup. Keyakinan ini memengaruhi cara seseorang berpikir, bertindak, dan merasakan dirinya dalam menghadapi berbagai situasi. (Hamid et al., 2024; Mufidah et al., 2022). Penelitian oleh Szota et al. (2024) menyebutkan bahwa aspek seperti status ekonomi, pendidikan, dan lingkungan sosial juga berperan dalam memengaruhi kondisi psikologis seseorang, termasuk dalam konteks efikasi diri dan kecemasan. Namun, banyak studi sebelumnya belum mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan secara spesifik dalam konteks pasien ICU. Selain itu, penelitian Schlechter et al. (2022) juga menyebutkan pentingnya pendekatan yang mempertimbang- kan faktor-faktor sosial, budaya, dan dukungan lingkungan dalam mengembangkan intervensi psikologis berbasis peningkatan efikasi diri. Penelitian lain oleh Herlina, Hafifah, dan Diani (2020) menemukan bahwa mayoritas keluarga pasien ICU mengalami kecemasan sedang 50%. Penelitian ini juga belum memasukkan variabel lain yang berpotensi memengaruhi kecemasan seperti status ekonomi, dukungan sosial, atau kondisi psikologis individu. Mengingat tingginya angka kecemasan di ICU dan peran penting efikasi diri dalam kehidupan sehari-hari, maka penelitian tentang hubungan antara efikasi diri dan kecemasan pada pasien ICU sangatlah penting. Kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak negatif pada proses penyembuhan pasien, sehingga perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dengan pendekatan psikologis yang komprehensif. Dengan memahami hubungan antara efikasi diri dan kecemasan. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat mendukung perawatan yang holistik bagi pasien ICU. Perawatan holistik tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada aspek psikologis dan spiritual pasien. Dengan demikian, pasien dapat menerima perawatan yang lebih menyeluruh dan efektif.
Pernyataan Tanggungjawab
NABILA UMU HABIBAH, NIM J210220121
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN PASIEN DI INSTALASI CARE UNIT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik