Endometriosis merupakan penyakit ginekologi kronik yang ditandai dengan pertumbuhan ektopik jaringan endometrium di luar kavum uteri, yang paling sering ditemukan pada ovarium, ligamentum uterosakral, peritoneum pelvis, serta septum rektovaginal. Jaringan ini mengalami perubahan hormonal siklik yang serupa dengan endometrium eutopik, namun berada dalam lingkungan yang abnormal sehingga menimbulkan inflamasi lokal, neovaskularisasi, dan fibrosis (Burney et al., 2019). Patogenesis endometriosis mencakup proses kompleks yang melibatkan disregulasi imun, respon inflamasi kronik, serta gangguan keseimbangan hormonal, terutama dalam konteks estrogen-dominan (Chapron et al., 2019; Zondervan et al., 2020).