SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGARUH LATIHAN FISIK INTRAHEMODIALISIS KOMBINASI AEROBIK DAN RESISTEN TERHADAP IL-1 DAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RSUD Dr. MOEWARDI

Text

PENGARUH LATIHAN FISIK INTRAHEMODIALISIS KOMBINASI AEROBIK DAN RESISTEN TERHADAP IL-1 DAN KUALITAS HIDUP PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS DI RSUD Dr. MOEWARDI

dr. BRYAN ARIEF AJI RUDITA, NIM S961902003 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03340S370 Bry PPERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
No. Panggil
370 Bry P
Penerbit
SURAKATA : ., 2022
Deskripsi Fisik
69 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Bry P
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2022
Subjek
Proposal Tesis (Karya Ilmiah)
Info Detail Spesifik
Chronic kidney disease (CKD) atau penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit yang ditandai dengan penurunan struktur histologis dan fisiologis dari ginjal yang telah berjalan secara bertahap selama kurang lebih 3 bulan (Chen, Knicely and Grams, 2019) dan bersifat ireversibel (Mihai et al., 2018). PGK merupakan salah satu penyakit yang sering terjadi dan menjadi beban dalam kesehatan dunia baik secara ekonomi maupun keterkaitannya dengan komplikasi pada penyakit kardiovaskuler (Bikbov et al., 2020). Prevalensi penyakit ginjal kronis di dunia mengalami peningkatan sebesar 29,3% pada 2017 dibandingkan tahun 1990 di semua usia (Bikbov et al., 2020). Pada data Riskesdas 2018 menunjukkan terdapat peningkatan prevalensi sebesar 1,8 per seribu penduduk, dari tahun 2013 sebesar 2,0 setiap seribu penduduk menjadi 3,8 per seribu penduduk pada tahun 2018. Populasi laki-laki mendominasi penyakit gagal ginjal kronis ini dengan prevalensi 4,17 permil dan perempuan 3,52 permil. Sedangkan prevalensi yang dibedakan berdasarkan tempat tinggal tidak terdapat begitu banyak perbedaan. Prevalensi pada perkotaan sebesar 3,85 per seribu penduduk dan di daerah pedesaan didapatkan 3,84 per seribu penduduk. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa prevalensi PGK cukup banyak di masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2018). Pasien yang terdiagnosis PGK dapat mengalami penurunan kualitas hidup, baik dari segi kebugaran fisik maupun dari segi ekonomi karena harus menjalani beberapa pengobatan dan treatment rutin untuk menurunkan gejala dan mengurangi progresivitas keparahan PGK tersebut. Salah satu pengobatan rutin yang diberikan kepada pasien PGK adalah hemodialysis (HD) meskipun bukan menjadi terapi definitif. PGK merupakan penyakit yang menjadi penyebab 90% hemodialysis, terutama pada pasien PGK derajat V. Proporsi pasien penyakit ginjal kronis di Indonesia yang sedang atau pernah menjalani HD sebesar 19,3%, sedangkan di Jawa Tengah sebesar 16,15% (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2018). 1 2 Deteksi dini derajat keparahan atau risiko progresivitas penyakit pada PGK menjadi kunci dalam menjaga kualitas hidup atau kualitas hidup dari pasien PGK. Derajat keparahan secara kuantitatif ditentukan dengan laju filtrasi glomerulus (LFG). Pada dasarnya penurunan LFG berkaitan dengan terjadinya inflamasi pada glomerulus ginjal. Salah satu penanda inflamasi pada PGK adalah interleukin 1 (IL-1) (Su, Lei and Zhang, 2017). Interleukin 1 merupakan salah satu penanda inflamasi pada pasien PGK yang berkaitan dengan progresivitas penyakit dan terjadinya anemia. IL-1 atau dalam hal ini adalah superfamily IL-1 yang terdiri dari 11 sitokin baik agonis pro-inflamasi yang terdiri dari 7 (L-1?, IL-1?, IL-18, IL-36?, IL-36?, IL-36?, dan IL-33) maupun 4 anggota antagonis pro-inflamasi yaitu (IL-1RA, IL-36Ra, IL-37, and IL-38). IL-1? merupakan superfamily IL-1 yang memiliki karakteristik terbaik dimana IL-1? menyatu dalam reseptor IL-1 dan turut berkaitan pada aktivasi sistem imun dan terjadinya inflamasi (Petreski et al., 2021). Berbagai penelitian mengenai tatalaksana pada kondisi PGK telah menarget spesifik antibodi IL-1? dan menunjukkan bahwa hasil sangat baik dalam menurunkan inflamasi dan secara spesifik menurunkan IL-1 (Bandach, Segev and Landau, 2021), namun sangat disayangkan pengobatan dengan spesifik antibodi tersebut masih belum terjangkau di Indonesia. Untuk itu peneliti ingin mengetahui bagaimana cara menurunkan sekresi IL-1? atau IL-1 pada pasien PGK dengan cara yang mudah dan terjangkau. Salah satu cara yang telah ditemukan dan diprediksi dapat menurunkan tingkat inflamasi adalah dengan melakukan latihan fisik. Latihan fisik memiliki manfaat secara umum pada populasi normal. Pada pasien dengan PGK latihan fisik dapat memberikan efek yang beragam. Secara umum dengan latihan fisik yang tepat dan terprogram dan terukur latihan fisik akan memiliki manfaat dan tetap aman pada pasien dengan PGK (Johansen and Painter, 2012). Latihan fisik rutin terbukti memiliki efek yang baik terhadap kondisi pasien PGK. Latihan fisik dapat berupa latihan yang dilaksanakan sehari-hari diluar masa hemodialisis atau saat melakukan hemodialisis (intrahemodialytic exercise) (Mallamaci, Pisano and Tripepi, 2020). Latihan fisik rutin dapat menurunkan berbagai penanda inflamasi (Wong et al., 2017; 3 Monteiro-Junior et al., 2018) sehingga diharapkan dapat menurunkan progresivitas PGK
Pernyataan Tanggungjawab
dr. BRYAN ARIEF AJI RUDITA, NIM S961902003
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik