Target utama dari infeksi HIV adalah CD4 yang dapat ditemukan pada sel-sel imun tubuh manusia. Replikasi virus HIV akan mendestruksi sel-sel CD4 yang berujung pada timbulnya gangguan imunitas tubuh (Abbas et al., 2016). Pemeriksaan kadar CD4 penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui status imunitas pasien HIV. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala pada pemeriksaan CD4 seperti biaya pemeriksaan yang tinggi dan tidak semua fasilitas kesehatan menyediakan layanan tersebut (Rosaria, 2020). Oleh karena itu, penting untuk mengetahui marker alternatif dari CD4 maupun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kadarnya. Penelitian yang dilakukan oleh Raffetti et al., (2017) membuktikan bahwa tingginya kadar NLR dan PLR dapat mencerminkan tingkat keparahan sistemik dan meningkatkan mortalitas pasien HIV. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menganalisis pengaruh nilai NLR dan PLR terhadap kadar CD4 pada pasien HIV.