Kehamilan merupakan proses fisiologis ±40 minggu yang membutuhkan adaptasi tubuh ibu untuk menunjang tumbuh kembang janin, sehingga gangguan kesehatan seperti hipertensi dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal neonatal. Hipertensi kehamilan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu, serta dapat menurunkan perfusi uteroplasenta yang berakibat pada hipoksia dan hambatan pertumbuhan janin. Pertumbuhan janin dinilai melalui antropometri bayi baru lahir, termasuk panjang badan yang mencerminkan pertumbuhan linear dan berkaitan dengan risiko kesehatan jangka panjang. Namun, penelitian mengenai pengaruh hipertensi kehamilan terhadap panjang badan bayi masih terbatas, khususnya di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta untuk menilai hubungan hipertensi pada ibu hamil dengan panjang badan bayi baru lahir.