SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2024

Text

ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGOBATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA TAHUN 2024

FAUJIAH, NIM 2022143002 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03366S370 Fau APERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS SAINS, TEKNOLOGI, DAN KESEHATAN UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA
No. Panggil
370 Fau A
Penerbit
Surakarta : ., 2025
Deskripsi Fisik
53 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Fau A
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2025
Subjek
Proposal Skripsi
Info Detail Spesifik
Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit yang metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya (American Diabetes Association, 2010). Diabetes mellitus dikelompokkan menjadi satu dari dua kategori besar. DM tipe 1 yang biasanya disebabkan oleh defisiensi insulin, atau DM tipe 2 yang didefinisikan dengan adanya resistensi insulin dan disfungsi sel beta (Curtis et al., 2017). Data depkes juga menyebutkan jumlah penderita diabetes mellitus yang menjalani rawat inap dan rawat jalan menduduki urutan pertama di rumah sakit dari kesluruhan pasien dipoli penyakit dalam (Putro & Suprihatin, 2012) WHO (2014) memperoleh data dimana terdapat 422 juta orang dewasa dengan diagnosis diabetes mellitus diseluruh dunia. Diabetes mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara absolut atau relatif atau sekresi insulin. Gejala yang juga sering dikeluhkan penderita Diabetes mellitus yaitu poliuria,penurunan berat badan, polidipsia,kesemutan (Fatimah, 2015). Berdasarkan usia, prevalensi diabetes mellitus pada orang dewasa mengalami peningkatan dari 4,7% pada tahun 1980 menjadi 8,5% pada tahun 2014, dengan kenaikan terbesar terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah (World Health Organization, 2016). International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan bahwa sebanyak 183 juta orang tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes mellitus. Diabetes mellitus bisa dicegah dengan mengendalikan faktor risiko, ada beberapa penyebab diabetes mellitus yaitu usia yang semakin bertambah, dimana usia diatas 40 tahun banyak organ-organ vital yang melemah dan mengalami kepekaan terhadap insulin. Pada wanita yang sudah monopause punya kecenderungan untuk lebih tidak peka terhadap hormon insulin. Berdasarkan prevalensi diabetes mellitus pada wanita cenderung lebih tinggi dari pada laki-laki, riwayat keluarga juga berpengaruh pada penyakit DM jika faktor keturunan atau genetik punya kontribusi yang terkena penyakit diabetes. Asap rokok juga dapat menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan, termasuk risiko untuk mudah terserang penyakit diabetes mellitus. Obat diabetes mellitus tipe 2 adalah golongan Hipoglikemik oral (OHO), seperti: golongan biguanida, golongan tiazolidinedion, acarbose, golongan meglitinida dan golongan sulfonilurea yang harus digunakan sesuai indikasi, dosis, lama pemberian (Kemenkes RI., 2010) Metformin dan sulfonilurea merupakan golongan obat antidiabetes oral yang dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa lebih tinggi dibandingkan kadar glukosa darah lainnya (Ganda et al., 2018). Metformin direkomendasikan sebagai agen hipoglikemik lini pertama karena efek hipoglikemik dan penurun kolesterol yang stabil. Sebagai analog hormon endogen, metformin dapat menurunkan glukosa darah dan konsentrasi lipid dengan mengatur metabolisme gula, lemak dan protein. Metformin dapat digunakan secara luas dalam pengobatan pada pasien diabetes dari segala usia (Wei & Dou, 2019). Sulfonilurea adalah obat antidiabetik oral yang direkomendasikan sebagai pengobatan lini kedua pada pasien DM tipe 2. Termasuk rekomendasi terbaru dari beberapa pengobatan, sulfonilurea yang diresepkan setelah kegagalan pengobatan dengan obat lini pertama metformin (Douros et al., 2018) Efektivitas terapi merupakan efektivitas yang diukur adalah gula darah pasien yang mencapai target. Analisis perhitungan ini menggunkan perhitungan ACER, dimana ACER diperoleh dari total biaya medis langsung dibagi dengan efektivitas terapi obat tersebut. Semakin rendah nilai ACER maka semakin tinggi nilai cost effective suatu kelompok (Alisa et al., 2024). Penelitian sebelumnya dari Rahmadanita et al (2022) tentang analisis efektivitas biaya penggunaan antidiabetik oral pada pasien diabetes mellitus rawat jalan di RSU Haji Surabaya didapatkan hasil terapi antidiabetik oral monoterapi yang paling cost-effective adalah gliklazid dengan nilai efektivitas sebesar 100%, nilai ACER sebesar Rp 1.331,15. dan nilai ICER sebesar -Rp 641,70 dan -Rp 714.52. Sedangkan terapi antidiabetik oral kombinasi yang paling costeffective adalah kombinasi pioglitazone, metformin dan glimepiride dengan nilai efektivitas 55,56%, nilai ACER sebesar Rp 3.266,34 dan nilai ICER sebesar Rp 1.491,54 dan Rp 1.654,43. Penelitian lainnya dari Sulastri et al (2023) tentang analisis efektivitas biaya penggunaan metformin dan metformin-glimepirid pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Dua Puskesmas Kulon Progo Yogyakarta menunjukan bahwa efektivitas biaya menggunakan perhitungan ACER dan ICER menunjukkan bahwa terapi metformin lebih efektivitas daripada terapi metformin-glimepirid dengan nilai Rp 113,4 dan Rp 279,50 per % efektivitas serta nilai ICER Rp – 717,3. Dengan demikian, RIEB untuk pindah obat dari metformin ke metformin-glimepirid adalah Rp 9.562 untuk setiap 2% efektivitas, atau Rp 4.781 untuk meningkatkan 1% efektivitas. Penelitian lainnya Marzuk et al (2023) tentang analisis efektivitas biaya terapi metformin dan glimepirid pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di RSUD dr. Darsono Pacitan Tahun 2019 didapatkan hasil persentase efektivitas metformin dan glimepirid sebesar 86,84 % dan 74,07 %; total biaya rata-rata terapi metformin dan glimepiride sebesar Rp. 3.627.373 dan Rp. 3.765.355; serta terapi dengan metformin lebih cost-effective dibandingkan glimepiride dengan nilai ACER masing-masing sebesar Rp. 4.177.076 dan Rp. 5.083.508. Tempat penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta karena penyakit diabetes mellitus merupakan masalah kesehatan utama yang terus meningkat di Indonesia termasuk di daerah Surakarta. Mempelajari efektivitas biaya pengobatan untuk penyakit ini penting karena diabetes mellitus tipe 2 sering membutuhkan perawatan jangka panjang yang bisa membebani pasien serta sistem kesehatan. Efektivitas biaya penting untuk memastikan bahwa pengobatan yang diberikan tidak hanya efektif secara klinis tetapi juga efisien secara ekonomi, dengan mengevaluasi pengobatan dari segi biaya, penelitian ini dapat memberikan masukan kepada rumah sakit untuk memperbaiki alokasi sumber daya agar lebih tepat sasaran. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta dapat mengambil manfaat dari penelitian ini sebagai panduan dalam memilih terapi yang lebih efisien untuk pasien diabetes mellitus tipe 2. Melakukan penelitian tentang efektivitas biaya di fasilitas kesehatan tertentu juga memberikan kontribusi pada literatur akademis, terutama dalam bidang farmasi dan kesehatan. Penelitian ini bisa menjadi referensi atau perbandingan untuk penelitian serupa di wilayah lain. Hal inilah yang menjadi pendorong bagi saya sebagai penulis untuk melakukan penelitian tentang Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan, pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rawat Inap Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta.
Pernyataan Tanggungjawab
FAUJIAH, NIM 2022143002
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik