Keselamatan pasien menjadi isu terkini dalam pelayanan kesehatan rumah sakit sejak tahun 2000 yang didasarkan atas semakin meningkatnya Kejadian yang Tidak Diharapkan (KTD) atau adverse event. Karena itulah, kesalahan pengobatan di Indonesia cukup tinggi. Terdapat kesalahan pengobatan mencapai angka 5,07%, sebanyak 0,25% berakhir fatal hingga kematian. Persentase adverse event atau kejadian yang tidak diinginkan dari pengobatan pada pasien gangguan saraf di sebagian besar rumah sakit indonesia masih banyak terjadi. Epilepsi merupakan salah satu penyakit saraf yang sering ditemukan di Indonesia. Kejadian adverse event dari epilepsi dapat mengancam nyawa akibat resiko kehilangan kesadaran ketika bangkitan epileptik, sehingga beresiko ketika pasien sedang melakukan kegiatan seperti berkendara atau berolahraga. Tujuan penelitian ini adalah hasil gambaran adverse event obat kortikosteroid pada pasien gangguan saraf di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitiian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data retrospektif.