SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CERVICAL DENGAN METODE DINAMIK FLEKSI EKSTENSI  PADA KLINIS SYRINGOMYELIA   DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD Dr. MOEWARDI

Text

TEKNIK PEMERIKSAAN RADIOGRAFI CERVICAL DENGAN METODE DINAMIK FLEKSI EKSTENSI PADA KLINIS SYRINGOMYELIA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD Dr. MOEWARDI

A CLARA PARAMITA HAPSARI, NIM 221670 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03370S370 Acl TPERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI (ATRO) YOGYAKARTA
No. Panggil
370 Acl T
Penerbit
Surakarta : ., 2025
Deskripsi Fisik
55 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Acl T
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2025
Subjek
Proposal KTI (D3)
Info Detail Spesifik
Syringomyelia adalah kelainan di mana kista berisi cairan (disebut syrinx) terbentuk di dalam sumsum tulang belakang. Syrinx ini dapat menjadi lebih besar dan memanjang dari waktu ke waktu, merusak sumsum tulang belakang dan menekan serta melukai serabut saraf yang membawa informasi ke otak dan dari otak ke seluruh dari tubuh (Pike, 2017). Berdasarkan penyebabnya syringomyelia dibagi menjadi primer dan sekunder. Syringomyelia primer atau idiopatik digunakan untuk mendeskripsikan syringomyelia yang terjadi tanpa adanya abnormalitas pada medulla spinalis setinggi foramen magnum, atau tidak ditemukannya penyebab spesifik dari sirkulasi Cerebro Spinal Fluid (CSF) yang abnormal. Penyebab tersering dari syringomyelia sekunder ialah malformasi Chiari tipe I, yang ditemukan pada hampir 50% dari total kasus. Cedera medulla spinalis merupakan penyebab tersering kedua yang dalam perkembangannya, berdasarkan hasil autopsi pasien cedera medulla spinalis. Pada urutan ketiga ada infeksi, kebanyakan akibat komplikasi dari meningitis dilanjutkan dengan syringomyelia iatrogenik akibat prosedur operatif ataupun diagnostic pada pungsi lumbal dan myelografi (Dzulfiqar, 2020). Beberapa hal yang menjadi faktor resiko terjadinya syringomyelia ialah kelompok individu dengan resiko iatrogenik, sebagai contoh, banyaknya perdarahan pada lokasi pembedahan atau adanya trauma tusuk multipel yang nantinya dapat meningkatkan resiko fibrosis dan dapat menghalangi sirkulasi dari cerebro spinal fluid. Faktor resiko lain yaitu adanya cedera medulla spinalis komplit yang dapat meningkatkan resiko kejadian syringomyelia hingga dua kali lipat, dan stenosis kanalis spinalis serta kifosis pasca trauma (Dzulfiqar, 2020). Diagnosis secara efektif ditentukan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dengan penatalaksanaan berupa dekompresi medulla spinalis, koreksi deformitas tulang, memisahkan adhesi, serta pemasangan shunting. Terapi dapat ditunda jika syringomyelia tidak menimbulkan gejala (asimptomatik). Penting untuk menghindari aktivitas fisik yang meningkatkan ketegangan dan peningkatan beban kerja tulang punggung. (Dzulfiqar, 2020) Menurut John P. Lampignano, 2018 pemeriksaan cervical menggunakan teknik pemeriksaan AP Axial dengan central ray menyudut 15-20 ̊ kearah cephalad dengan faktor eksposi kV: 70-80, mAs: 25 dan FFD: 100 cm, serta teknik pemeriksaan. Lateral dengan arah central ray horizontal terhadap objek dengan faktor eksposi kV: 80, mAs: 25 dan FFD: 100 cm, teknik pemeriksaan oblique dengan central ray menyudut 15-20 ̊ kearah cephalad . Dengan faktor eksposi kV:80, mAs: 25, FFD: 100 cm. Pada kasus syringomyelia di Instalasi Radiologi RSUD Dr. Moewardi menggunakan proyeksi AP Axial, Lateral dan tambahan teknik pemeriksaan proyeksi lateral fleksi, lateral ekstensi sehingga dengan adanya perbedaan teknik pada pemeriksaan penulis tertarik untuk mengangkatnya dalam sebuah Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Teknik Pemeriksaan Radiografi Cervical Dengan Metode Dinamik Fleksi Ekstensi Pada Klinis Syringomyelia Di Instalasi Radiografi RSUD Dr. Moewardi”.
Pernyataan Tanggungjawab
A CLARA PARAMITA HAPSARI, NIM 221670
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • Harap masuk untuk melihat lampiran
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik