Pemanfaatan teknologi informasi di bidang kesehatan meningkatkan efisiensi pelayanan, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia SDM, dana, regulasi, dan keamanan data. Sejalan dengan perkembangan digital, pemerintah menerbitkan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang rekam Medis Elekteronik. Menurut Rohman & Marsilah (2022), perkembangan teknologi informasi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, teknologi di era globalisasi berlangsung sangat cepat, terutama dalam bidang teknologi informasi (TI) yang kini memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk sektor kesehatan. Sebagai penyedia layanan publik, dunia kesehatan dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi agar selaras dengan kemajuan teknologi informasi yang terus berkembang di tingkat global (Putra, 2023). Seiring kemajuan era digital di layanan kesehatan, pemerintah Indonesia mewajibkan setiap rumah sakit untuk memiliki Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Regulasi ini diatur oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2013 tentang penyelenggaraan SIMRS, yang harus dapat diintegrasikan dengan program Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan. salah satu contoh penerapan teknologi di bidang ini adalah bridging pendaftaran online dengan Anjungan Pendaftaran Mandiri APM sehingga sistem ini mempermudah proses registrasi pasien tanpa harus antri panjang di loket (Ikawati et al., 2025). Kemajuan teknologi informasi mendorong rumah sakit untuk terus melakukan inovasi dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kepada pasien. Salah satu inovasi tersebut adalah melalui penerapan sistem pendaftaran online, pencetakan antrean otomatis, dan registrasi pasien secara digital. RSUD Dr. Moewardi, sebagai rumah sakit rujukan tingkat provinsi, telah menerapkan sistem pendaftaran online yang terhubung dengan APM melalui mekanisme bridging system. Sistem ini berfungsi sebagai penghubung antar aplikasi sehingga data pasien yang sudah mendaftar secara online dapat langsung terbaca dan diverifikasi di mesin APM Rohman & Marsilah (2022). Menurut Vitriani, APM dirancang untuk mempercepat proses pendaftaran pasien dengan menyediakan fitur pencetakan nomor antrean, check-in layanan, serta pencetakan berkas pasien secara mandiri tanpa bantuan petugas. Keberhasilan penggunaan APM tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kenyamanan dan pengalaman pasien saat mengoperasikannya. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memastikan layanan yang inklusif, memberikan edukasi digital singkat, serta melakukan evaluasi antarmuka secara berkala agar pemanfaatan APM semakin optimal (Vitriani et al., (2025). Hasil penelitian di RSUD Komodo oleh Fransiska Defriani Nahu (2025) sistem registrasi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit dengan mempercepat proses administrasi, menjaga akurasi data, dan memperlancar koordinasi antar unit, namun keberhasilan ini sangat bergantung pada teknologi yang handal, standar operasional prosedur SOP yang jelas, dan pelatihan petugas yang memadai. Evaluasi registrasi utama berasal dari kurangnya pelatihan pada aspek Human (manusia), lemahnya koordinasi SOP dalam aspek organization (organisasi), serta gangguan teknis seperti sistem lambat, perangkat keras bermasalah, dan koneksi internet tidak stabil yang menyebabkan pelayanan terganggu technology (teknologi) (Fransiska Defriani Nahu, 2025). Dalam penerapan sistem informasi pendaftaran online di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, terdapat beberapa kendala yang signifikan, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia SDM, kesulitan adaptasi pengguna terhadap sistem, serta masalah teknis dalam proses implementasi. Keterbatasan SDM menjadi hambatan utama. Selain itu, banyak pengguna, terutama pasien usia lanjut dan yang kurang familiar dengan technology (teknologi), mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem, yang menunjukkan pentingnya desain sistem yang ramah pengguna (Nugraha, 2023). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rumah sakit RSUD Dr.Moewardi, pada hari Senin 26, November 2025, kepada petugas pendaftaran rawat jalan, rumah sakit tersebut adalah salah satu rumah sakit rujukan tipe A di Jawa Tengah, Implementasi APM masih terkendala karena tidak semua mendaftar secara online dapat langsung terbaca dan diverifikasi di mesin APM Rohman & Marsilah (2022). Menurut Vitriani, APM dirancang untuk mempercepat proses pendaftaran pasien dengan menyediakan fitur pencetakan nomor antrean, check-in layanan, serta pencetakan berkas pasien secara mandiri tanpa bantuan petugas. Keberhasilan penggunaan APM tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada kenyamanan dan pengalaman pasien saat mengoperasikannya. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memastikan layanan yang inklusif, memberikan edukasi digital singkat, serta melakukan evaluasi antarmuka secara berkala agar pemanfaatan APM semakin optimal (Vitriani et al., (2025). Hasil penelitian di RSUD Komodo oleh Fransiska Defriani Nahu (2025) sistem registrasi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi pelayanan rumah sakit dengan mempercepat proses administrasi, menjaga akurasi data, dan memperlancar koordinasi antar unit, namun keberhasilan ini sangat bergantung pada teknologi yang handal, standar operasional prosedur SOP yang jelas, dan pelatihan petugas yang memadai. Evaluasi registrasi utama berasal dari kurangnya pelatihan pada aspek Human (manusia), lemahnya koordinasi SOP dalam aspek organization (organisasi), serta gangguan teknis seperti sistem lambat, perangkat keras bermasalah, dan koneksi internet tidak stabil yang menyebabkan pelayanan terganggu technology (teknologi) (Fransiska Defriani Nahu, 2025). Dalam penerapan sistem informasi pendaftaran online di Rumah Sakit Kumala Siwi Kudus, terdapat beberapa kendala yang signifikan, terutama terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia SDM, kesulitan adaptasi pengguna terhadap sistem, serta masalah teknis dalam proses implementasi. Keterbatasan SDM menjadi hambatan utama. Selain itu, banyak pengguna, terutama pasien usia lanjut dan yang kurang familiar dengan technology (teknologi), mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem, yang menunjukkan pentingnya desain sistem yang ramah pengguna (Nugraha, 2023). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di Rumah sakit RSUD Dr.Moewardi, pada hari Senin 26, November 2025, kepada petugas pendaftaran rawat jalan, rumah sakit tersebut adalah salah satu rumah sakit rujukan tipe A di Jawa Tengah, Implementasi APM masih terkendala karena tidak semua