SIPUS IMOET

(SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL RSUD Dr. MOEWARDI TERPADU)

  • Jurnal IBEHS
  • Pendaftaran Sipus Imoet
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Perpustakaan Jejaring
    Perpustakaan ITS PKU Perpustakaan UMS Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Arpusda Jateng Perpustakaan UNS
  • Area Anggota
    Masuk Daftar Online
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of HUBUNGAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DENGAN RELAPSE PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT  DI RSUD DR. MOEWARDI

Text

HUBUNGAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DENGAN RELAPSE PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUD DR. MOEWARDI

NASYA ERLANDA PUTRI WIBOWO, NIM G0022154 - Nama Orang;

Tidak Tersedia Deskripsi


Ketersediaan
P03380S370 Nas HPERPUSTAKAAN RSUD Dr. MOEWARDI (PDF)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
No. Panggil
370 Nas H
Penerbit
Surakarta : ., 2025
Deskripsi Fisik
53 Hlm : Illus : 30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
370 Nas H
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2025
Subjek
Proposal Skripsi
Info Detail Spesifik
Leukemia Limfoblastik Akut adalah penyakit keganasan sel limfoblas B atau T yang umum ditemukan pada anak-anak, mencakup sekitar 30-40% dari semua kasus kanker pediatrik dan 75% dari semua kasus leukemia pediatrik dengan puncak kejadian pada anak usia 2-5 tahun (Hunger and Mullighan, 2015). Leukemia limfoblastik akut ditandai dengan adanya proliferasi abnormal dari limfoblas di sumsum tulang yang tidak terkendali sehingga menyebabkan pergantian dari komponen sumsum tulang beserta organ limfoid lainnya. Pergantian ini menyebabkan kegagalan hematopoiesis normal dan mengakibatkan terjadinya anemia, trombositopenia dan neutropenia (Rahmat et al., 2022). Saat ini LLA masih menduduki peringkat tertinggi pada kasus leukemia pediatrik dengan cakupan insidensi 83% dari total kasus leukemia pada anak (Kementrian Kesehatan RI, 2023). Berdasarkan data dari tahun 2020, terdapat sekitar 11.156 kasus kanker pada anak usia 0 hingga 19 tahun dengan kasus tertinggi merupakan leukemia yang berjumlah 3.880 kasus atau sebanyak 34,8% (Sung et al., 2021). Namun dengan tingginya insidensi kanker anak di Indonesia, angka kanker anak yang dapat disembuhkan di Indonesia masih berada di bawah 30% (WHO, 2022). Hal ini berkaitan erat dengan keterlambatan diagnosis akibat dari berbagai faktor, diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan dan kewaspadaan orang tua terkait gejala awal LLA pada anak yang tidak spesifik, keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan dan kurangnya kecurigaan dari tenaga medis terkait kemungkinan diagnosis LLA (Kementrian Kesehatan RI, 2023) Penanganan LLA melibatkan kemoterapi sebagai pilihan utama, dengan beberapa tahapan kemoterapi yaitu fase induksi remisi, konsolidasi dan pemeliharaan. Fase induksi dalam kemoterapi memiliki peluang tercapainya remisi sebesar 80%. Remisi komplit merupakan tujuan utama dari fase induksi kemoterapi dimana tanda-tanda leukemia sudah tidak ditemukan setelah pasien menjalani pengobatan. Pasien yang tidak mencapai remisi awal mempunyai risiko tinggi terhadap munculnya minimal residual disease (MRD), yaitu sisa sel leukemia yang tidak tereliminasi secara sempurna dan mampu meningkatkan potensi munculnya relapse atau kekambuhan di kemudian hari (Inaba and Mullighan, 2020). Relapse LLA ditandai dengan jumlah sel blast pada sumsum tulang yang terdeteksi sebanyak ≥25% atau ditemukan infiltrasi leukemia pada organ lain (Buchmann et al., 2022). Keterlambatan diagnosis LLA dapat meningkatkan risiko relapse karena pasien terlambat memulai pengobatan sehingga respons kemoterapi rendah dan memperbesar kemungkinan terjadinya minimal residual disease (MRD). Berdasarkan permasalahan yang telah disampaikan di atas dan terbatasnya penelitian tentang LLA khususnya mengenai hubungan keterlambatan diagnosis dengan relapse pada anak penderita LLA, maka penulis bermaksud melakukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara keterlambatan diagnosis dengan relapse pada anak penderita leukemia limfoblastik akut (LLA) di RSUD Dr. Moewardi.
Pernyataan Tanggungjawab
NASYA ERLANDA PUTRI WIBOWO, NIM G0022154
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • HUBUNGAN KETERLAMBATAN DIAGNOSIS DENGAN RELAPSE PADA ANAK DENGAN LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT DI RSUD DR. MOEWARDI
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

SIPUS IMOET
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SIPUS IMOET (Sistem Informasi Perpustakaan Terpadu) RSUD Dr. Moewardi adalah sistem yang mencakup
1.Layanan Online Public Accees Catalogue (OPAC) atau pencarian ketersediaan buku-buku cetak di Perpustakaan RSUD Dr. Moewardi dan Akses Karya Ilmiah
2.Layanan E-Library RSDM

   Download aplikasi E-Library RSDM
3. Layanan Titik baca dengan radius akses maksimal 300 meter dari titik induk 
- TITIK BACA GEDUNG FLAMBOYAN LANTAI 11
- TITIK BACA GEDUNG WIJAYA KUSUMA LANTAI 1

KRITIK DAN SARAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN DAN USULAN BUKU BARU, KLIK DI BAWAH INI
FORMULIR KEPUASAN PENGGUNA PERPUSTAKAAN, KRITIK DAN SARAN SERTA USULAN BUKU BARU

PERMOHONAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
PERSYARATAN PEMBUATAN SURAT BEBAS PERPUSTAKAAN
 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik